Pengertian dan model Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling
ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan
menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal)
efisiensinya. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian
merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah
mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya
digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya
sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati
ciri-cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.
Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni
tidak wujud didalam praktek, adalah sangat penting untuk mempelajari tentang
corak kegiatan perusahaan dalam persaingan sempurna. Pengetahuan
mengenai keadaan persaingan sempurna dapat dijadikan landasan di dalam membuat
perbandingan dengan ketiga jenis struktur pasar lainnya. Di samping itu
analisis ke atas pasar persaingan sempurna adalah suatu permulaan yang baik
dalam mempelajari cara-cara perusahaan menentukan harga dan
produksi di dalam usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimum.[3]
Dalam pasar bersaing sempurna, secara teoritis penjual tidak
dapat menentukan harga atau disebut price taker, dimna penujal akan
menjual barangnya sesuai harga yang berlaku di pasar. Dalam kenyataannya, pasar
bersaing sempurna juga memiliki derajat yang berbeda-beda. Derajat yang paling
ekstrem memang penjual tidak dapat menentukan harga sama sekali. Derajat akan
semakin mendekati keekstreman bila hal-hal ini terpenuhi:
1. Ada banyak penjual
2. Pembeli memandang barang sama saja
(homogen, tidak terdiferensiasi)
3. Ada kelebihan kapasitas produksi.
Semakin banyak penjual berarti semakin banyak pilihan
pembeli. Penjual yang harganya lebih tinggi tentu akan ditinggalkan pembeli.
Hal inilah yang mendorong penjual untuk mengikuti saja harga yang berlaku di
pasar (price taker).
Semakin homogeny barang yang dijual berarti pembeli semakin
tidak memiliki insentif mencari barang dipenjual lain. Hal inilah yang
mendorong penjual untuk menjual barangnya sama dengan harga yang berlaku di
pasar. Tidak ada alasan bagi pembeli untuk membayar lebih untuk barang yang
sama.
Semakin banyak kelebihan kapasitas produksi berarti setiap
kenaikan permintaan dapat dipenuhi tanpa membuat harga-harga naik. Hal inilah
yang menahan penjual untuk tidak menaikkan harganya meskipun ada kenaikkan
pemintaan. Bila ia menaikkn harganya, pembeli akan membelinya dari penjual lain
yang juga memiliki kelebihan kapasitas.[4]
Model pasar persaingan sempurna didasarkan pada asumsi atau
prakondisi berikut: [5]
1. Semua pengusaha adalah pengusaha
lemah, yang sama kuatnya dengan pengusaha yang lain. Dengan demikian tidak ada
yang menguasai modal, yang menguasai pasar, karena semuanya sama.
2. Para pengusaha bersaing hanya
dengan kelihaian berusaha dan berprestasi lebih baik dari orang lain.
Demikianlah mereka berlomba menarik konsumen, konsumen sebagai raja, dengan
jalan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
3. Tidak ada yang menghalangi
persaingan. Perusahaan lemah dibiarkan bangkrut, karena itu merupakan bukti
ketidakbisaannya, sehingga tidak perlu dibantu.
4. Karena pengusaha yang tidak
efesien akan mati dengan sendirinya, maka hanya pengusaha yang kreatif, yang
efesien itulah yang terus hidup, sehingga kehidupan seluruh masyarakat menjadi
efesien dan memiliki maslahat bagi semuanya.
5. Orang yang terselisih pada
waktunya akan bangkit kembali, belajar dari kesalahan mereka dan belajar dari
keberhasilan orang lain. Atau mencoba mencari kegiatan yang lebih sesuai dengan
kemampuan dirinya. Dengan demikian orang-orang yang bangkrut cenderung sembuh
kembali menjadi orang-orang yang kreatif, mungkin dibidang yang baru.
B. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai
struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan
setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti dibawah
ini.[6]
1. Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti
suatu perusahaan yang ada didalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah
harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan
perubahan keatas harga pasar yang berlaku. Harga barang dipasar ditentukan oleh
interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang
produsen adalah terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat
mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi di pasar. Peranannya yang
sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan seorang
produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang
dihasilkan dan diperjualbelikan.
2. Setiap perusahaan mudah ke luar
atau masuk
Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan
kegiatan diindustri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan
kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak ada hambatan-hambatan,
baik secara legal atau dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan
teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau
meninggalkan bidang usaha tersebut.
3. Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasikan berbagai perusahaan tidak mudah untuk
dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat
perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan
produksi perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barangidentical atau homogenous. Karena
barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan
yang mana yang dihasilkan oleh produsen A atau B atau produsen lainnya. Barang
yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepada barang
yang dihasilkan produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari sifat ini, tidak
ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang
berbentuk persaingan bukkan harga atau nonprice competition yaitu persaingan
dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak
efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang
yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya
sama sekali.
4. Terdapat banyak perusahaan di
pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai
kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini mempunyai dua aspek, yaitu jumlah
perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relatif kecil
kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan didalam pasar. Sebagai
akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan
dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Sifat ini menyebabkan apapun
yang dilakukan perusahaan, seperti menaikan atau menurunkan harga
dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga
yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
5. Pembeli mempunyai pengetahuan
sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah
pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa
masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai
keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan
perubahan-perubahan keatas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat
menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku dipasar.
C. Pengertian Permintaan dan Hasil
Jualan
Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk
memaksimumkan keuntungan, dua hal harus diperhatikan yaitu:
1. Biaya produksi yang dikeluarkan
perusahaan.
2. Hasil penjualan dari barang yang
dihasilkan perusahaan itu.
Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah
bersamaan, walau dalam struktur pasar manapun ia digolongkan. Dengan perkataan lain,
apakah sesuatu perusahaan itu berada dalam pasar persaingan sempurna, atau
monopoli, atau oligopoli, atau persaingan monopolistis, ciri-ciri fungsi
produksi dan biaya produksinya. Akan tetapi sifat hasil penjualan adalah
berbeda diantara pasar persaingan sempurna dengan struktur pasar lainnya.
Perbedaan ini disebabkan karena ditinjau dari sudut seorang produsen, bentuk
permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen dipasar persaingan sempurna
berbeda sifatnya dengan yang dihadapi seorang produsen dipasar lainnya.
Kemudian untuk permintaan pasar dan perusahaan itu sendiri, ciri
pertama dari pasar persaingan sempurna yang diterangkan pada bagian sebelum
ini? Sifat tersebut adalah setiap perusaan adalah pengambil
harga, yaitu sesuatu perusaan tidak mempunyai kekuasaan untuk
menentukan harga. Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli dipasar yang
akan menentukan harga pasar, dan seorang produsen hanya “menerima” saja harga
yang sudah ditentukan tersebut. Ini berarti berapa banyak pun barang yang
diproduksikan yang dijual oleh produsen, ia tidak akan dapat mengubah harga
yang ditentukan dipasar, karena jumlah di produksikan itu hanya sebagian kecil
saja dari jumlah yang diperjualbelikan dipasar.
D. Kebaikan dan Keburukan Persaingan
Sempurna
Keadaan pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak
digunakan sebagai pemisalan didalam analisis ekonomi. Kebanyakan analisis
ekonomi menganggap bahwa persaingan sempurna adalah struktur pasar yang lebih
ideal dari jenis-jenis pasar lainnya. Ini disebabkan oleh beberapa kebaikan
dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian ia juga mempunyai beberapa
keburukan.[7]
Pasar persaingan sempurna memiliki beberapa kebaikan
dibandingkan pasar-pasar yang lainnya antara lain:[8]
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna
ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep
efisiensi yaitu:
a. Efisiensi
produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua
syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan
adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai
corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling
efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini
harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara
keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah,
yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu
industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai
tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling
minimal.
b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak,
perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan
ekonomi/produksi telah dicapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi
sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat
berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi
barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus
dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal. Dengan cara
ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan
kesejahteraan masyarakat.
Efisiensi di dalam persaingan sempurna, kedua jenis
efisiensi yang dijelaskan di atas akan selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa di
dalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung
normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang
paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang
telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh
perusahaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga =
hasil penjualan marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah
hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka
panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal.
Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai
efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi
alokatif dicapai di dalam pasar persaingan sempurna.
2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi
kekuasaan di segolonan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa
konsentrasi semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan
kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk
memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai
kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang
diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi
digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi faktor yang menentukan
pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasan untuk menentukan corak
pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan untuk memproduksikan
berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak
terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak
pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang
mereka miliki.
Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan
sempurna juga memiliki keburukan-keburukan antara lain :[9]
1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh
dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak
dapat meemperoleh keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik
memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka
panjang hanyalah berupa keuntungan normal, karena walaupun pada mulanya suatu
perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya,
perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat demikian.
Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan
perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi
dan inovasi.
Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan
ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar
persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan
mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik.
Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat
dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.
2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya
sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan
adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut
pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi,
ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan.
3. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah
100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan
barang yang akan dikonsumsinya.
4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih
tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan
sempurna adalah paling minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa
biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar.
Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya
produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi, perkembangan teknologi dan
inovasi.
5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu
pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan
menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan
menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien.
Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya
(yang dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk
kepentingan golongan kaya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pemaparan yang telah pemakalah uraiankan di atas, dapat
ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Pasar persaingan sempurna dapat
didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak
penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat
mempengaruhi keadaan di pasar.
2. Ciri-ciri dari pasar persaingan
sempurna adalah
a. Perusahaan adalah pengambil harga
b. Setiap perusahaan mudah keluar
atau masuk
c. Menghasilkan barang yang serupa
d. Terdapat banyak perusahaan di pasar
e. Pembeli mempunyai pengetahuan yang
sempurna
3. Di dalam menganalisis usaha
sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, dua hal harus diperhatikan
yaitu:
a. Biaya produksi yang dikeluarkan
perusahaan.
b. Hasil penjualan dari barang yang
dihasilkan perusahaan itu.
4. Kebaikan dan keburukan dari
pasar persaingan sempurna
a. Kebaikannya :
1.) Persaingan sempurna
memaksimumkan efisiensi
2.) Kebebasan bertindak
dan memilih
b. Keburukannya :
1.) Persaingan sempurna
tidak mendorong inovasi
2.) Persaingan sempurna
adakalanya menimbulkan biaya sosial
3.) Membatasi pilihan
konsumen
4.) Biaya produksi dalam
persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
5.) Distribusi pendapatn
tidak selalu merata.
DAFTAR
PUSTAKA
A. Telaah Kepustakaan
A. Karim, Adiwarman, Ekonomi Mikro Islami, Jakarta: PT
RajaGrafindo, 2007.
Aziz, Abdul, Ekonomi Islam Analisis Mikro dan Makro,
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.
Kahf, Monzer, Ekonomi Islam: Telaah Analitik terhadap Fungsi
Sistem Ekonomi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.
Sukirno, Sadono, Mikro Ekonomi: Teori Pengantar, Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada.
B. Telusur Internet